Monday, April 25, 2016

Kesusastraan Jepang

Belajar Bahasa Jepang Iman Prabawa - Karena saya sekarang lagi kuliah lagi mengambil sastra Jepang, kebetulan dapat mata kuliah Kesusastraan Jepang, jadi sekalian saya tulis aja di blog belajar bahasa Jepang ini, sekalian untuk mengingat apa yang diberikan oleh dosen dan juga untuk kita mengetahui juga mengenai perkembangan bahasa Jepang itu seperti apa dari awalnya.


Kesusastraan Di Jepang


Nah mempelajari mengenai kesusastraan Jepang, jujur saya jadi tahu mengenai misalnya, sejarah mengenai tulisan Kanji. Yang ternyata memang pada awalnya bangsa Jepang itu tidak mempunyai tulisan mereka sendiri. Mereka mencoba mengimport dari kebudayaan Cina, dimana mereka mengirimkan dua utusannya sebanyak 20 kali ke Cina untuk mempelajari kebudayaan Cina dan mengaplikasikannya di Jepang.

Ternyata dari hal ini yang paling memberi pengaruh untuk kesusastraan Jepang dan juga di dalam bahasanya adalah tulisan Kanji. Jadi memang sejarahnya Kanji itu berasal dari Cina, kemudian dua utusan dari Jepang yaitu Kenzuishi dan Kentooshi itu kemudian mempelajari Kanji yang kemudian mereka gunakan untuk mulai menuliskan cerita-cerita rakyat yang berkembang.

Untuk tahu mengenai hal ini, ada dua buku yang bisa dibaca, yaitu buku Sejarah Kesusastraan Jepang yang ditulis oleh Isoji Asoo dkk, yang kita bisa lihat wujud bukunya seperti terlihat di gambar di bawah ini,

Kesusastraan Jepang

Buku ini sebenarnya merupakan terjemahan dari buku aslinya yaitu Nihon Bungakushi, yang mana buku ini diterjemahkan oleh Staf Pengajar dari Fakultas Sastra Universitas Indonesia. Di buku ini, dipaparkan sejarah kesusastraan Jepang itu seperti apa. Dari sini saya jadi banyak belajar juga, misalnya mengenai sejarah tulisan Kanji tersebut saya jadi tahu.

Kemudian buku kedua yang dipake di mata kuliah kesusastraan Jepang ini adalah buku Pengantar Kesusastraan Jepang oleh Darsimah Mandah, yang wujudnya bisa kita lihat pada gambar di bawah ini,

Pengantar Kesusastraan Jepang

Kalau buku yang kedua ini adalah bukan terjemahan tapi asli tulisan dari Darsimah Mandah, yang juga adalah pengajar di Fakultas Sastra Universitas Indonesia. Juga barusan saya browsing dari internet dan menemukan website yang membahas mengenai Japanese Literature, silakan aja diklik di tulisan yang berwarna biru.

Jujur buat saya membaca buku yang terjemahan itu entah kenapa membuat saya bingung. Kalau buku yang kedua Pengantar Kesusastraan Jepang, lebih mendingan ketimbang buku yang pertama, lebih bisa dicerna. Entah kenapa menurut saya, kurang terstruktur dengan baik sehingga cukup membingungkan kita sebagai pembaca yang awam. Kecuali mungkin memang teman-teman sudah pernah belajar mengenai bahasa Jepang atau sudah mengerti tulisan Kanji atau sejarah Jepang, mungkin tidak akan bingung membaca kedua buku tersebut. Tapi kalau baru saja belajar, jujur saya merasakan kebingungan yang luar biasa dari cara menjelaskan yang ada di buku tersebut.

Atau bisa juga teman-teman melihat slide share ini, dimana slide share itu menggambarkan secara singkat mengenai kesusastraan Jepang. Ada buku lagi yang seperti bagus untuk dibaca kalau memang teman-teman senang dengan kesusastraan Jepang dan sejarahnya, yaitu buku bahasa Inggris yang judulnya "A History of Japanese Literature" oleh W.G Aston. Yang wujudnya bukunya seperti apa bisa kita lihat pada gambar di bawah ini,

Sejarah Sastra Jepang Bahasa Inggris

Nanti saya akan coba membahas lebih jauh lagi, karena berhubung besok itu adalah mid test mata kuliah ini, jadi saya coba saja menuliskan ulang karena untuk menghafal semuanya jujur butuh waktu tentunya.


Cikal Bakal Kesusastraan Jepang


Cikal bakal kesusastraan Jepang itu berasal dari upacara ritual magis. Jadi mereka ini biasanya mengadakan upacara setelah mereka panen. Bangsa Jepang ini terkenal dengan bangsa petani pada zaman dahulu. Mereka bercocok tanam, dan kemudian ketika mereka panen, mereka melakukan upacara ritual, sebagai rasa terima kasih atas panen mereka yang sudah berhasil, dan bersyukur juga meminta agar panen selanjutnya bisa bagus juga, terhindar dari segala keburukan.

Ketika mereka melakukan upacara, mereka menggunakan bahasa tersendiri, bahasa yang tidak mereka gunakan ketika mereka berkomunikasi setiap harinya. Jadi bahasanya berbeda, bahasa yang berbeda ini dikarenakan mereka menganggap penting untuk penyembahan dan ritual ini, sehingga mereka menggunakan bahasa khusus yang disebut dengan istilah bahasa hare no kotoba.

Upacara mereka itu menggunakan tindakan dan bahasa, dimana bahasa yang mereka gunakan ini menjadi semacam nyanyian atau puisi. Dan tindakannya menjadi semacam tarian. Dari sinilah awal dan cikal bakal dari kesusastraan Jepang.


Pembagian Zaman Kesusastraan Jepang


Kesusastraan Jepang itu dibagi menjadi beberapa zaman, yaitu:
  1. Kesusastraan Zaman Joodai – Kuno 645-793 (Zaman Nara)
  2. Kesusastraan Klasik (794-1186) (Zaman Heian)
  3. Kesusastraan Zaman Pertengahan (1186-1603) (Zaman Kamakura - Muromachi)
  4. Kesusastraan Pra Moden (1603-1868) (Zaman Edo)
  5. Kesusastraan Modern (1868-1945) (Zaman Meiji - Taisho)
  6. Gendai Showa - Heisei

Kita bahas satu per satu dulu ya, dimulai dengan kesusastraan Zaman Joodai.


Kesusastraan Zaman Joodai


Kesusastraan zaman Joodai ini tidak diketahui mulainya kapan tapi berakhirnya adalah setelah ibukota pemerintahan Jepang pindah ke Heian pada tahun 794. Kesusastraan zaman Joodai ini dikenal juga dengan sebutan kesusastraan Zaman Yamato karena saat itu kegiatan kebudayaan, politik dan pemerintahan berpusat di Yamato.

Kesusastraan zaman Joodai ini juga disebut sebagai Kooshoo Bungaku atau kata lainnya adalah kesusastraan lisan, dimana di zaman ini, saat itu bangsa Jepang belum mempunyai sistem penulisan. Jadi ini hanya bentuknya dari mulut ke mulut saja, dan belum ditulis, karena sistem penulisannya juga belum ada.

Karena saat itu belum dituliskan maka dari itu sifat dari kesusastraan zaman Joodai ini adalah tidak stabil dan berubah-ubah. Lalu kemudian masuk zaman Nara, dimana di zaman ini mulai dikirimkan dua utusan ke Cina, sebanyak 20 kali untuk mempelajari kebudayaan Cina. Tujuan awalnya adalah untuk mengimport budaya Cina, namun kemudian yang paling terbesar dan memberi pengaruh buat masyarakat Jepang adalah tulisan Kanji. Karena dengan mereka mempelajari juga tulisan Kanji ini, sekarang mereka sudah bisa menuliskan karya-karya atau cerita-cerita yang ada di masyarakat.

Dua utusan yang dikirimkan ke Cina untuk mempelajari budaya Cina dan juga mempelajari tulisan Kanji adalah Kentooshi dan Kenzuishi. Setelah mereka menguasai penulisan Kanji tersebut kemudian tugas mereka adalah mulai menuliskan cerita yang ada di masyarakat.

Karya sastra yang termasuk pertama yang dituliskan itu adalah Kojiki, Nihonshoki dan Fudoki. Kojiki ini terdiri dari 3 jilid, yaitu bagian permulaan, tengah dan akhir. Kojiki ini ditulis oleh Oo no Yasumaro dari cerita yang disampaikan oleh Hieda no Are pada tahun ke-5 pemerintahan kaisar Wadoo (712). Buku Kojiki dan Nihonshoki ini ditulis berdasarkan perintah dari Kaisar Tenmu (673-686).

Sementara Nihonshoki itu terdiri dari 30 jilid. Nihonshoki ini ditulis dengan menggunakan huruf Kanji, isi dari Nihonshoki ini lebih objektif sementara isi dari Kojiki lebih bersifat subyektif. Kojiki dan Nihonshoki atau disebut dengan mitologi Kiki ini bercerita mengenai asal usul alam semesta, terjadinya daratan, lahirnya dewa dewi, terjadinya negara Jepang dan keagungan keluarga Kaisar.

Nah nanti kita lanjut lagi ya membahas mengenai kesusastraan Jepang, saya sudahi dulu kalau begitu. Wassalam.




Baca juga:
  1. Kanji Gakkou
  2. Kanji Ima Nan Ji
  3. Sistem Penulisan Yang Digunakan Di Jepang

Thursday, January 14, 2016

Kanji Gakkou

Belajar Bahasa Jepang Iman Prabawa - Kali ini kita belajar menulis kanji gakkou. Lagi-lagi kita belajar menulis kanji dari film, ketika saya menonton film Ohitorisama, sebuah film yang bercerita mengenai cerita seorang guru sejarah yang bernama Akiyama Satomi.

Karena ceritanya seputaran di sekolahan maka kita akan banyak menemukan kosakata mengenai sekolah atau gakkou がっこう di film ini, dan disini kita bisa belajar kanji dari がっこう/gakkou. Yuk kita belajar kanji gakkou ini.

Kanji Gakkou


Belajar Kanji Gakkou


Kalau kita lihat tulisan dari kanji gakkou ini adalah dua buah kanji yaitu 学校, kita akan belajar kanji yang pertamanya dulu ya, yaitu gaku (学). Kita lihat langsung saja pada gambar di bawah ini, saya ambil dari buku A Guide To Reading and Writing Japanese, dua-dua kanji yang akan kita pelajari itu terdapat di halaman 23 dari buku ini.


Kanji Gaku


Untuk kanji gaku ini dia berada di urutan ke-45 di buku ini,

Kanji Gaku

Butuh delapan goresan untuk kita membuat kanji gaku ini. Di buku A Guide To Reading and Writing Japanese dijelaskan mengenai kaidah dan cara membuat goresannya di awal dari buku ini. Jadi kalau teman-teman berminat belajar kanji, buku ini bisa menjadi acuan yang bagus sekali untuk kita belajar.


Kanji Kou


Nah kalau menurut Yuta san yang videonya saya embed di artikel saya Kanji Ima Nan Ji dia mengatakan sebuah kanji kalau bertemu dengan kanji yang lain bisa mempunyai beberapa sebutan yang berbeda. Silakan aja ditonton videonya Yuta san di artikel saya Kanji Ima Nan Ji itu.

Kanji kou ini berada di urutan ke 46 di buku A Guide To Reading and Writing Japanese, kita lihat langsung aja bentuk kanjinya di bawah ini yuk,

Kanji Kou

Butuh 10 goresan untuk kita menggambar kanji kou ini. Lumayan seru lho belajar kanji lewat film karena akan lebih mudah membuat kita ingat akan bentuk kanjinya. Setidaknya itu untuk saya.

Sekian dulu sharing dari saya mengenai kanji gakkou ini ya. Ja mata!






Baca juga :
  1. Sistem Penulisan Yang Digunakan Di Jepang
  2. Perbedaan Antara Hiragana dan Katakana
  3. Alasan Untuk Belajar Bahasa Jepang

Kanji Ima Nan Ji

Belajar Bahasa Jepang Iman Prabawa - Belajar kanji Jepang lewat film itu ternyata seru lho. Untuk bisa fasih setidaknya untuk kita bisa membaca tulisan yang terdapat di surat kabar Jepang, kita harus menguasai 2136 karakter kanji.

Kebetulan sekarang saya lagi mulai mempelajari kanji, dan ada buku yang bagus untuk kita belajar kanji, disitu dijelaskan mengenai stroke atau coretannya seperti apa untuk tiap-tiap kanjinya. Judul bukunya adalah A Guide To Reading and Writing Japanese.

Pertama di buku itu kita akan belajar sebanyak 1006 karakter kanji penting, yang dibagi menjadi enam tingkat. Kalau saya sendiri mencoba belajar kanji lewat film.


Belajar Kanji Ima Nan Ji Lewat Film


Saya menonton film drama Jepang judulnya Beautiful Rain, dan saya mencoba menggunakan subtitle Jepang, jadi sambil mendengarkan apa yang diucapkan, saya juga belajar melihat kanji atau tulisan Jepangnya seperti apa, seperti misalnya contoh skrinsut berikut ini dari film Beautiful Rain tersebut.

Kanji Ima Nan Ji

Seperti itu dimana disitu ada tiga kanji yang bisa kita pelajari, sementara kanji yang ada di dalam tanda kurung itu adalah kanji untuk nama Miu, anak kecil yang lagi bangun itu. Dia berkata "ima nan ji? (今 何時?) " yang artinya adalah jam berapa sekarang?


Kanji Ima


Ima itu kanjinya adalah 今 dan kemudian saya mulai mencari di buku A Guide To Reading and Writing Japanese kemudian saya mendapati seperti ini,

Kanji Ima

Dari gambar di atas bisa kita lihat kita butuh 4 coretan untuk bisa membuat kanji ima ini, dan itu tulisan 138 itu adalah urutan kanji tersebut kalau di buku A Guide To Reading and Writing Japanese, tapi saya lagi senang belajar kanji dengan cara lompat gini. Di buku A Guide To Reading and Writing Japanese kanji ini ada di halaman 41.

Dan saya menemukan video mengenai kanji yang dijelaskan oleh orang Jepang, dia mengatakan bahwa sebuah kanji itu nanti kalau bertemu dengan kanji lain penyebutannya jadi berbeda, kita bisa tonton videonya di bawah ini,


Di video itu dia menjelaskanjuga mengapa sih orang Jepang itu masih menggunakan kanji walau untuk bisa mengerti kanji itu juga ngga gampang.


Kanji Nani


Nah berikutnya untuk kanji nani, atau disitu bentuknya jadi nan, nan ji? Jam berapa? Nani ini artinya adalah apa, tapi ketika bertemu dengan ji, ji itu artinya jam, nan ji itu tidak diartkan menjadi jam apa, tapi menjadi jam berapa.

Kita lihat kanji nani di gambar berikut ini, di buku A Guide To Reading and Writing Japanese kanji ini terdapat di halaman 31 atau urutan ke 86 dari kanji yang dipelajari di buku tersebut.

Kanji Nani

Butuh tujuh coretan untuk kita menggambar kanji nani ini. Saya merasakan kalau belajar kanji lewat hal seperti ini kita akan jadi lebih mudah untuk menghafalnya ketimbang kalau kita urutan satu per satu menghafal kanjinya.


Kanji Ji


Kemudian kita belajar kanji selanjutnya yaitu ji untuk jam, karena ada juga ji untuk yang lain selain artinya jam. Nah kalau sudah berbicara masalah kanji,  kenapa juga masih digunakan, karena kalau kata Yuta san di video yang saya embedkan di atas, dia mengatakan, satu kansei, bisa ada beberapa kanji, dan memiliki arti yang berbeda, sementara kalau dituliskan menggunakan hiragana akan sama saja yaitu かんせい.

Saya jadi ingat waktu saya menemani orang Jepang, teman ayah saya di Indonesia, ketika kita pergi ke kampus-kampus, kita bersama penerjemah bahasa Jepang, orang Jepang itu berkata dengan penerjemahnya, kemudian dia bertanya, coba tolong tulis kanjinya dong. Nah mungkin itu tadi seperti kata kansei tadi, dimana kalau dituliskan dengan huruf Hiragana akan sama saja, tapi begitu sudah ditulis dengan kanji maka artinya baru akan ketahuan bedanya.

Kanji ji bisa kita lihat pada gambar di bawah ini, terdapat di halaman 44, atau urutan ke 151 di buku tersebut,

Kanji Ji

Butuh 10 goresan untuk kita membuat kanji ji ini. Ji yang ini biasanya digunakan untuk menanyakan jam atau menuliskan jam juga, jam 10 atau jam 9 atau jam berapa pun biasanya ji-nya menggunakan kanji yang ini.

Kita lanjut lagi nanti untuk kanji yang lain ya, sekalian ini juga kan saya lagi belajar kanji, jadi kita belajar sama-sama di blog belajar bahasa Jepang Iman Prabawa ini ya. Sekian dulu sharing dari saya mengenai kanji ima nan ji ini. Semoga bermanfaat.





Baca juga :
  1. Apa Itu Huruf Katakana?
  2. Apa Itu Huruf Hiragana?
  3. Sistem Penulisan Yang Digunakan Di Jepang

Saturday, December 12, 2015

Perbedaan Hiragana dan Katakana Dalam Bahasa Jepang

Belajar Bahasa Jepang Iman Prabawa - Perbedaan Hiragana dan Katakana dalam bahasa Jepang itu apa sih? Mungkin ada teman-teman yang bertanya mengenai hal itu dan teman-teman pastinya kalau sudah begini lagi tertarik untuk mempelajari bahasa Jepang dan mulai tertarik juga untuk mempelajari penulisan dalam bahasa Jepang.

Penulisan dalam bahasa Jepang kita kenal mempunyai tiga huruf atau tiga karakter yang mereka gunakan. Yaitu huruf Hiragana, huruf Katakana dan Kanji atau karakter yang diambil dan diadopsi dari negara Cina.

Huruf Hiragana dan huruf Katakana itu sama-sama jumlahnya, sama-sama dasarnya adalah 46 huruf dasar mereka tersebut. Lalu kemudian apa dong bedanya di antara kedua huruf atau karakter ini?


Perbedaan Antara Hiragana dan Katakana


Satu yang membedakan adalah bentuknya, bentuk antara keduanya jelas berbeda. Yang satu lebih membulat bentuknya sementara yang satunya lebih mengkerucut dan menyudut. Yang membulat itu, membulat ini adalah istilah saya di dalam menggambarkan seperti apa sih huruf Hiragana itu. Untuk jelasnya teman-teman bisa browsing aja NHK dan melihat selengkapnya dari ke-46 huruf Hiragana tersebut sehingga teman-teman nantinya akan mengerti dan paham dengan apa yang saya maksud dengan bentuk hurufnya membulat.

Sementara bentuk huruf yang menyudut itu dan banyak sudut tajamnya itu adalah huruf Katakana, silakan aja teman-teman browsing dan melihat sendiri sehingga teman-teman akan paham dengan maksud saya menyudut dan banyak sudut tajamnya. Dan huruf Katakana ini terkesan lebih kaku ketimbang huruf Hiragana. Kalau huruf Hiragana saya bilang terasa lebih luwes dan tidak kaku.

Kemudian perbedaan lain antara huruf Hiragana dengan huruf Katakana itu apa? Dalam penggunaannya tentunya berbeda. Kalau huruf Hiragana itu digunakan untuk  menulis kata-kata yang berasal dari Jepang asli, sementara kalau huruf Katakana itu digunakan untuk menulis kata-kata yang berasal dari luar bahasa Jepang atau kata-kata serapan.

Misalnya kalau saya ingin menulis nama saya dalam huruf Jepang, maka saya akan menggunakan huruf Katakana, begitu juga dengan teman-teman yang orang Indonesia, tapi kalau orang Jepang asli mereka akan menuliskan nama mereka dengan menggunakan huruf Hiragana. Itu contoh yang sangat sederhana aja ya.

Misalnya contoh yang lain kata (ルーラー) ruuraa yang dalam bahasa Jepang itu artinya adalah penggaris. Nah kata ruuraa ini diambil dari bahasa Inggris ruler, makanya mereka menuliskannya dengan menggunakan huruf Katakana untuk penulisan ruuraa ini. Sementara misalnya (じてんしゃ)jitensha, yang kalau dalam bahasa Jepang itu artinya adalah sepeda, nah ini penulisannya adalah menggunakan huruf Hiragana.

Kira-kira seperti itu perbedaan Hiragana dan Katakana dalam bahasa Jepang teman-teman. Semoga sharing dari saya ini bisa bermanfaat untuk teman-teman semuanya. Wassalam.





Baca juga :
  1. Apa Itu Huruf Hiragana?
  2. Apa Itu Huruf Katakana?
  3. Sistem Penulisan Yang Digunakan Di Jepang


Apa Itu Huruf Katakana?

Belajar Bahasa Jepang Iman Prabawa - Apa itu huruf Katakana? Huruf Katakana adalah huruf yang digunakan orang Jepang untuk penulisan mereka. Mereka para orang Jepang tersebut menggunakan tiga buah huruf atau tiga buah karakter di dalam sistem penulisan mereka yaitu huruf atau karakter Hiragana, kemudian huruf atau karakter Katakana dan yang terakhir adalah karakter Kanji.

Kalau karakter Kanji ini diambil dari Cina. Jadi memang diadopsi dari Cina untuk karakter Kanji ini sementara untuk karakter Hiragana adalah merupakan penyederhanaan dari karakter Kanji yang dibuat sekitar abad ke-8 hingga abad ke-10.


Mengenal Huruf Katakana


Nah huruf Katakana ini jumlahnya yang dasarnya ad 46, tapi nanti teman-teman akan mempelajari tambahannya juga yaitu penulisan huruf dasar Katakana tersebut kemudian ditambahkan dengan bulatan kecil di atasnya atau garis dua di atasnya.

Atau juga kombinasi antara huruf konsonannya dengan ya, yu dan yo. Huruf Katakana ini biasanya digunakan untuk menuliskan kata-kata yang bukan berasal asli dari Jepang, seperti kata serapan yang diambil dari luar Jepang dituliskannya dengan huruf Katakana.

Penulisan nama kita sebagai orang Indonesia juga pastinya akan menggunakan huruf Katakan ketimbang menggunakan huruf Hiragana. Kemudian ada juga untuk penekanan kata, juga bisa juga menggunakan huruf Katakana.

Kalau teman-teman melihat huruf Katakana itu terlihat jelas bahwa huruf Katakana itu terkesan kaku yang menyudut. Sementara kalau huruf Hiragana itu terlihat lebih luwes dan banyak lekukan. Teman-teman bisa browsing aja di NHK untuk melihat daftar lengkap dari kedua jenis huruf atau karakter tersebut.

Sekian dulu sharing dari saya mengenai apa itu huruf Katakana dan semoga bisa bermanfaat untuk kita semua. Wassalam.




Baca juga :
  1. Alasan Untuk Belajar Bahasa Jepang
  2. Sistem Penulisan Yang Digunakan Di Jepang
  3. Apa Itu Huruf Hiragana?

Apa Itu Huruf Hiragana?

Belajar Bahasa Jepang Iman Prabawa - Apa sih huruf hiragana itu? Huruf hiragana itu adalah huruf yang digunakan di dalam penulisan bahasa Jepang. Kan ada tiga tuh yang digunakan di dalam penulisan bahasa Jepang, yaitu huruf Hiragana, huruf Katakan dan Kanji.

Ada satu lagi sih, namanya huruf romawi, yang seperti teman-teman lagi baca ini. Tapi sebenarnya kalau di dalam penulisan bahasa Jepang asli sih ngga ada ya penulisan romawi ini. Penulisan romawi atau di bahasa Jepang disebut dengan romaji adalah penulisan yang diperuntukkan agar orang-orang yang bukan orang Jepang bisa mengerti, makanya orang Jepang juga belajar penulisan seperti yang biasa kita gunakan ini.

Di Rusia juga pastinya juga belajar tuh penulisan romawi, walaupun mereka juga punya cara penulisan sendiri. Kan mereka punya sendiri huruf-huruf mereka, tapi pastinya setiap orang Rusia tahu bagaimana cara membaca huruf romawi karena semua bagian dari belahan dunia menggunakan huruf romawi.

Di Arab juga pastinya belajar juga tuh huruf romawi, kenapa? Karena memang huruf romawi digunakan oleh sebagian besar penduduk dunia. Kalau saja Arab itu mengisolasi dirinya dan tidak peduli dengan kedatangan para turis ke negaranya, dan cuek aja pake huruf Arab dimanapun dan sama sekali tidak ada huruf romawi sama sekali pastinya akan sulit dong para turis datang kesana.

Atau negara lain seperti Jepang, Cina, Rusia, Arab, di negaranya tidak menggunakan sama sekali huruf romawi ya nantinya turis akan sulit untuk datang ke negaranya dong? Kira-kira seperti itu.


Mengenal Huruf Hiragana


Huruf Hiragana ini biasanya digunakan untuk menuliskan kata-kata yang berasal dari Jepang asli, sementara kata-kata serapan yang berasal dari luar Jepang biasanya dituliskan dengan menggunakan huruf Katakana.

Jumlah huruf Hiragana ini ada 46 dasarnya, kemudian tambahannya yang menggunakan garis dua atau bulatan di atasnya dan penggabungan antara huruf konsonan dengan huruf ya, yu, dan yo.

Hiragana ini merupakan bentuk penyederhanaan dari Kanji yang dikembangkan pada abad ke-8 hingga abad ke-10.

Kalau teman-teman mau menghafalnya coba saja, ngga susah kok. Asal ada kemauan pasti akan cepat menghafalnya, yang susah itu kalau kita sudah berhadapan dengan huruf Kanji.

Jadi kalau begitu saya sudahi dulu sharing dari saya kali ini mengenai apa itu huruf Hiragana ya. Semoga bermanfaat.




Baca juga :
  1. Sistem Penulisan Yang Digunakan Di Jepang
  2. Alasan Untuk Belajar Bahasa Jepang

Friday, October 9, 2015

Sistem Penulisan Yang Digunakan Di Jepang

Belajar Bahasa Jepang Iman Prabawa - Sistem penulisan yang digunakan di Jepang menggunakan dua script suku kata, yaitu yang dikenal dengan hiragana (ひらがな) dan katakana (カタカナ) dan yang secara kolektif disebut sebagai kana (かな). Selain dua script suku kata tersebut sistem penulisan di Jepang juga menggunakan ribuan karakter yang diambil dari China, yang dikenal dengan sebutan kanji (漢字). Masing-masing script tersebut mempunyai fungsi yang berbeda. Hiragana digunakan untuk elemen tata bahasa dan untuk kata-kata yang tidak menggunakan kanji (atau untuk kata-kata yang penulisnya tidak mengenal ada kanjinya.) Sementara katakana digunakan untuk menuliskan kata-kata serapan yang berasal dari luar Jepang dan efek suara onomatopoeic. Dan kanji digunakan untuk kata-kata yang berasal dari Jepang atau China, dan juga nama-nama Jepang dituliskan dengan menggunakan kanji.

Sistem penulisan di Jepang awalnya didasarkan kepada kanji. Di sistem ini, yang dikenal dengan sistem man'yōgana, kanji-kanji ini digunakan lebih untuk pelafalan atau pengucapannya ketimbang arti dari kanji-kanji tersebut. Karena sistem ini cukup rumit, maka kemudian kana diciptakan untuk mempermudah. Sebagai hasilnya, karakter-karakter dari hiragana dan katakana hadir sebagai versi yang lebih sederhana dari kanji man'yōgana. Kalau kita perhatikan dengan seksama dari kanji-kanji man'yōgana dan versi yang sudah dipermudahnya dalam bentuk kana, maka kita akan bisa dengan jelas bahwa hiragana dan katakana adalah merupakan versi sederhana dari kanji man'yōgana.

Di dalam hiragana dan katakana masing-masingnya terdapat 46 jenis karakter, yang kalau di jumlah totalnya berarti ada 92 karakter di dalam hiragana dan katakana. Karakter-karaker ini mewakili suara yaitu suara untuk suku kata. Sebuah suku kata terbentuk dari sebuah konsonan dan sebuah huruf vokal, walau pun ada beberapa suara disini yang murni hanya suara huruf vokal. Di dalam bahasa Jepang terdapat 5 buah huruf vokal yaitu a, i, u, e dan o dan 14 huruf konsonan dasar yaitu k, s, t, n, h, m, y, r, w, g, z, d, b, dan p. 

Suku kata-suku kata hiragana ini digunakan untuk dua jenis kata yang tidak menggunakan kanji yaitu okurigana (送り仮名), yaitu kata kerja infleksi dan akhiran kata sifat, dan juga untuk elemen tata bahasa yang disebut partikel. Hiragana juga digunakan unuk menuliskan furigana (ふりがな), yaitu tulisan hiragana di samping atau di atas tulisan kanji untuk memberitahukan bagaimana cara membaca kanji tesebut. Contoh dari furigana bisa kita lihat pada gambar di bawah ini. 

Sistem Penulisan Yang Digunakan Di Jepang

Tujuan dari furigana ini untuk membantu anak-anak dan orang asing dalam mempelajari kanji. Furigana ini juga digunakan untuk kanji-kanji yang sulit atau tidak lazim digunakan. Ciri-ciri hiragana adalah pola penulisannya yang banyak melengkung dan goresan yang lebih mengalir. Sementara suku kata katakana digunakan untuk gairaigo (外来語), kata-kata yang diambil dari bahasa asing, kata onomatopoeic yang mengindikasikan suara, nama-nama ilmiah, dan untuk penekanan, seperti misalnya penggunaan huruf miring atau italic di dalam bahasa Inggris.

Katakana dapat dicirikan dari gaya penulisan yang lebih kotak, menyudut dan tajam. Kanji adalah karakter yang diambil dari China dan diadaptasi ke dalam bahasa Jepang selama bertahun-tahun. Karakter-karakter dari tulisan kanji ini tidak lain adalah simbol gambar (pictograph) dari orang, binatang atau pun benda-benda.


Kanji
Dibaca
“Arti”



Kuchi

“Mulut”


Yama

“Gunung”

Seperti yang bisa kita lihat pada tabel di atas, karakter 口, dibaca kuchi, artinya adalah "mulut", yang kalau kita lihat dari bentuk karakternya yaitu bentuk kotak, bisa kita anggap menyerupai bentuk mulut yang sedang terbuka.

Contoh kanji yang lain adalah karakter 山, yang dibaca yama, artinya adalah "gunung" dan kalau kita perhatikan mirip dengan kerangka dari sebuah gunung. Namun dalam perkembangannya selama berabad-abad dan semakin kesini karakter kanji semakin berkembang dan bergaya dan semakin tidak lagi menyerupai hal-hal yang mereka wakili. Kanji dibentuk dari bagian-bagian kecil yang dikenal dengan nama radikal. Banyak karakter yang sudah digabungkan dengan karakter yang lain untuk menciptakan suatu karakter kanji yang baru. Saat dituliskan di kertas masing-masing dari karakter kanji diberikan sejumlah ruang yang sama, tidak peduli betapa kompleks kanjinya. Di dalam penulisan kanji Jepang tidak ada spasi di antara karakter.

Jumlah total kanji itu ada sekitar puluhan ribu kanji, namun sebagian besarnya sangat jarang digunakan dalam kehidupan sehari-hari. Pemerintah Jepang membuat daftar list karakter kanji yang biasa digunakan dalam kehidupan sehari-hari atau yang dikenal dengan sebutan jōyō kanji (常用漢字), jumlahnya adalah sebanyak 1.945 kanji (pada tahun 2009). Penelitian menunjukkan bahwa untuk kita bisa disebut fasih berbahasa Jepang, setidaknya kita menguasai sekitar 2.000-an karakter kanji. 

Sebagian besar kanji mempunyai dua cara pembacaan, yaitu yang disebut dengan kun yomi (訓読み), atau pembacaan cara Jepang dan on yomi (音読み), yaitu cara pembacaan aslinya dari China. Sebagai contohnya kita membaca kanji 水 ("air") sebagai mizu (kun yomi) atau sui (on yomi). Pembacaan secara kun yomi dilakukan saat kanjinya berdiri sendiri dan pembacaan secara on yomi saat kanjinya merupakan bagian dari kanji yang lain. Namun ada pengecualian untuk aturan ini yang mana kita harus mengingatnya.

Rōmaji (ローマ字) adalah tulisan Jepang diterjemahkan ke dalam alfabet Romawi. Dengan rōmaji, seseorang bisa membaca tulisan Jepang tanpa perlu punya pengetahuan mengenai sistem penulisan Jepang yang menggunakan tiga sistem penulisan tersebut. Ada beberapa sistem dari rōmaji, yang mana sistem Hepburn-lah yang paling banyak digunakan.